Rabu, 10 April 2019


RAGAM ILMIAH
Fahrul Kurniawan/Pend. Vokasional Teknik Elektronika/1513617032

Ragam ilmiah ialah ragam bahasa keilmuan, yaitu corak dan ciri bahasa yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Ragam bahasa ilmiah harus dapat  menjadi wahana  pemikiran ilmiah yang tertuang dalam teks karya ilmiah. Ragam ilmiah menjadi wadah dari karya ilmiah yang mencerminkan sikap ilmiah. Ragam ilmiah juga memperlihatkan cara penulis memerhatikan kaidah-kaidah penulisan yang benar untuk menulis karya ilmiah. Sebagai bahasa yang digunakan untuk memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori atau gabungan dari keempatnya, bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadi media yang efektif untuk komunikasi ilmiah, baik secara tertulis maupun lisan (1). Beberapa ragam dari ragam bahasa, diantaranya :

A.        Ragam Lisan dan Tulis
            Bahasa Indonesia ragam lisan sangat berbeda dengan bahasa Indonesia ragam tulis. Tidak semua ragam lisan dapat dituliskan; tidak semua ragam tulis bisa dilisankan. Kaidah yang berlaku bagi ragam lisan belum tentu berlaku bagi ragam tulis.
            Ragam lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu. Apa yang dibicarakan secara lisan di dalam ruang kuliah, hanya akan berarti dan berlaku untuk waktu itu saja. Apa yang diperbincangkan dalam suatu ruang diskusi susastra belum tentu dapat dimengerti oleh orang yang berada di luar ruang itu. Sebaliknya ragam tulis tidak terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu. Suatu tulisan dalam sebuah buku yang ditulis oleh penulis di Indonesia dapat dipahami oleh orang yang berada di Amerika atau Inggris.

B.        Ragam Baku dan Tidak Baku
            Ragam baku adalah ragam yang diakui oleh sebagian besar penggunaannya sebagai bahasa resmi, sedangkan ragam tidak baku ragam yang hanya diakui di beberapa kalangan dan menyimpang dari norma ragam baku. Ragam baku memiliki sifat sebagai berikut :
1.      Mantap
Mantap artinya sesuai dengan kaidah bahasa. Kalau kata rasa dibubuhi awalan pe-, akan berbentuk kata perasa. Kata raba dibubuhi pe-, akan terbentuk kata peraba.

2.      Dinamis
Dinamis artinya tidak statis, tidak kaku. Bahasa baku tidak menghendaki adanya bentuk mati. Kata langganan mempunyai makna ganda, yaitu orang yang berlangganan dan toko tempat langganan. Dalam hal ini, tokonya disebut langganan dan orang yang berlangganan itu disebut pelanggan.

3.      Cendekia
Ragam baku bersifat cendekia karena ragam baku dipakai pada tempat-tempat resmi. Ragam baku dapat dengan tepat memberikan gambaran apa yang ada dalam otak pembicara atau penulis.
Contoh kalimat yang tidak cendekia adalah sebagai berikut:
Rumah sang jutawan yang aneh akan dijual.
Makna rumah sang jutawan yang aneh mengandung konsep ganda, yaitu rumahnya yang aneh atau sang jutawan aneh. Dengan demikian, kalimat itu tidak memberikan informasi yang jelas. Agar menjadi cendekia kalimat tersebut harus diperbaiki sebagai berikut.
- Rumah aneh milik sang jutawan akan dijual.
- Rumah sang jutawan aneh akan dijual.

4.      Seragam
Ragam baku bersifat seragam. Pada hakikatnya, proses pembakuan bahasa adalah proses penyeragamaan bahasa. Pelayan kapal terbang dianjurkan untuk memakai istilah pramugara dan pramugari. Andaikata ada orang mengusulkan bahwa pelayan kapal terbang disebut pembantu udara dan penyerapan itu seragam, kata itu menjadi ragam baku.

C.        Ragam Baku Tulis dan Ragam Baku Lisan
Ragam baku tulis adalah ragam yang dipakai dengan resmi dalam buku-buku pelajaran atau buku-buku lainnya. Sedangkan ukuran dan nilai ragam baku lisan ini tergantung pada besar atau kecilnya ragam daerah yang terdengar dalam ucapan. Seseorang dapat dikatakan berbahasa lisan yang baku kalau dalam pembicaraannya tidak terlalu menonjol pengaruh logat atau dialek daerahnya.

D.        Ragam Sosial dan Ragam Fungsional
Baik ragam lisan maupun ragam tulis bahasa Indonesia ditandai pula oleh adanya ragam sosial, yaitu ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masyarakat.
Ragam fungsional yang kadang-kadang disebut juga ragam profesional yaitu ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu lainnya. Dalam kenyataannya, ragam fungsional digunakan sebagai bahasa negara dan bahasa teknis keprofesian, seperti bahasa dalam lingkungan keilmuan/teknologi (seperti istilah-istilah dalam ilmu komputer), kedokteran (seperti istilah-istilah dalam ilmu kedokteran), dan keagamaan.

Sumber
2. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Membangun Karakter Mahasiswa melalui Bahasa) diakses di :